Personel
the baMBoes memiliki banyak personil, kesemuanya adalah anak-anak jalanan yang didampingi oleh yayasan KKSP (sebuah LSM yang konsern terhadap pendidikan anak yang termarginalkan).
Dengan konsep seperti cinta, orang-orang bebas datang dan pergi. Model kekeluargaan yang dibangun menciptakan keunikan sendiri. Yang pergi tetap akan mengingat dan pasti akan kembali, sedangkan yang masih eksis smakin menelurkan gagasan-gagasan baru untuk mencapai sebuah perubahan yang diinginkan.
Komunitas ini memiliki personil yang lintas usia, dari berusia 8 tahun sampai dengan 28 tahun. Juga personilnya memiliki beragam profesi kerja, ada yang mengamen dipersimpangan dan dicafe-cafe, mengemis dipersimpangan, pekerja LSM, wirausaha dan lain-lain.
Nama-nama Personil (sekarang - Agustus 2007)
1. Rahmad syah lubis berperan memainkan lead guitar (akustik), berusia 18 tahun dan berprofesi sebagai pengamen dan penyablon baju.
2. Yogi Sutrisno berperan memainkan perkusi bass seperti Jimbe bass dll, berusia 21 tahun dan berprofesi sebagai pengamen dan juga pengrajin handy craft seprti gelang, kalung dll.
3. Dani syah putra berperan memainkan rhtym guitar (akustik), berusia 17 tahun dan berprofesi sebagai pengamen dan pengrajin bingkai photo dari kardus (maupun kertas tak berguna).
4. Eko Unedo Alberto Manurung berperan memainkan gamelan botol vodka, harmonica, kaleng-kaleng, berusia 24 tahun dan berprofesi sebagai pengamen dan salah satu konseptor di komunitas PUNK Medan.
5. David ade pandiangan berperan memainkan perkusi (tom-tom rusak) dan biola gergaji, berusia 20 tahun, berprofesi sebagai asongan rokok.
6. Leo Bonardo berperan memainkan perkusi (aqua galloon), berusia 22 tahun dan berprofesi sebagai tukang juru parkir dilahan basah dan rawan pertarungan antar pemuda.
7. Usman Jalani berperan memainkan perkusi (ember, tong dll), berusia 22 tahun dan berprofesi sebagai tukang jual keping film DVD.
8. Ade' centil berperan menyanyikan keluh kesah, senang, cinta, marah, pembebesan dll, berusia 18 tahun dan berprofesi pelajar yang aktif ikut les drum, les bahasa inggris, mengaji dll.
9. Ranto Alamsyah Situmorang berperan memainkan perkusi (rhtym jimbe), berusia 22 tahun dan berprofesi sebagai pengamen.
10. Ganda Situmorang berperan memainkan Tamborin, berusia 18 tahun dan berprofesi sebagai pengamen.
11. Pidenanto Nduru berperan memainkan kentongan bambu, berusia 9 tahun dan berprofesi sebagai pengemis.
12. Rudi berperan memainkan perkusi kecil (kaleng-kaleng, besi-besi dll), berusia 11 tahun dan berprofesi sebagai pengemis.
13. Dedek Canang membantu si ade' bernyanyi, berusia 18 tahun dan berprofesi sebagai pengamen.
14. Biar berperan sebagai penasehat di komunitas ini, berusia 29 tahun dan berprofesi sebagai aktifis LSM untuk anak-anak di Meulaboh - Aceh Barat.
15. alley berperan sebagai penasehat sekaligus koordinator di komunitas ini, berusia 28 tahun dan berprofesi sebagai aktifis LSM untuk anak-anak jalanan di kota Medan - Sumatera Utara.
the baMBoes memiliki banyak personil, kesemuanya adalah anak-anak jalanan yang didampingi oleh yayasan KKSP (sebuah LSM yang konsern terhadap pendidikan anak yang termarginalkan).
Dengan konsep seperti cinta, orang-orang bebas datang dan pergi. Model kekeluargaan yang dibangun menciptakan keunikan sendiri. Yang pergi tetap akan mengingat dan pasti akan kembali, sedangkan yang masih eksis smakin menelurkan gagasan-gagasan baru untuk mencapai sebuah perubahan yang diinginkan.
Komunitas ini memiliki personil yang lintas usia, dari berusia 8 tahun sampai dengan 28 tahun. Juga personilnya memiliki beragam profesi kerja, ada yang mengamen dipersimpangan dan dicafe-cafe, mengemis dipersimpangan, pekerja LSM, wirausaha dan lain-lain.
Nama-nama Personil (sekarang - Agustus 2007)
1. Rahmad syah lubis berperan memainkan lead guitar (akustik), berusia 18 tahun dan berprofesi sebagai pengamen dan penyablon baju.
2. Yogi Sutrisno berperan memainkan perkusi bass seperti Jimbe bass dll, berusia 21 tahun dan berprofesi sebagai pengamen dan juga pengrajin handy craft seprti gelang, kalung dll.
3. Dani syah putra berperan memainkan rhtym guitar (akustik), berusia 17 tahun dan berprofesi sebagai pengamen dan pengrajin bingkai photo dari kardus (maupun kertas tak berguna).
4. Eko Unedo Alberto Manurung berperan memainkan gamelan botol vodka, harmonica, kaleng-kaleng, berusia 24 tahun dan berprofesi sebagai pengamen dan salah satu konseptor di komunitas PUNK Medan.
5. David ade pandiangan berperan memainkan perkusi (tom-tom rusak) dan biola gergaji, berusia 20 tahun, berprofesi sebagai asongan rokok.
6. Leo Bonardo berperan memainkan perkusi (aqua galloon), berusia 22 tahun dan berprofesi sebagai tukang juru parkir dilahan basah dan rawan pertarungan antar pemuda.
7. Usman Jalani berperan memainkan perkusi (ember, tong dll), berusia 22 tahun dan berprofesi sebagai tukang jual keping film DVD.
8. Ade' centil berperan menyanyikan keluh kesah, senang, cinta, marah, pembebesan dll, berusia 18 tahun dan berprofesi pelajar yang aktif ikut les drum, les bahasa inggris, mengaji dll.
9. Ranto Alamsyah Situmorang berperan memainkan perkusi (rhtym jimbe), berusia 22 tahun dan berprofesi sebagai pengamen.
10. Ganda Situmorang berperan memainkan Tamborin, berusia 18 tahun dan berprofesi sebagai pengamen.
11. Pidenanto Nduru berperan memainkan kentongan bambu, berusia 9 tahun dan berprofesi sebagai pengemis.
12. Rudi berperan memainkan perkusi kecil (kaleng-kaleng, besi-besi dll), berusia 11 tahun dan berprofesi sebagai pengemis.
13. Dedek Canang membantu si ade' bernyanyi, berusia 18 tahun dan berprofesi sebagai pengamen.
14. Biar berperan sebagai penasehat di komunitas ini, berusia 29 tahun dan berprofesi sebagai aktifis LSM untuk anak-anak di Meulaboh - Aceh Barat.
15. alley berperan sebagai penasehat sekaligus koordinator di komunitas ini, berusia 28 tahun dan berprofesi sebagai aktifis LSM untuk anak-anak jalanan di kota Medan - Sumatera Utara.
1 komentar:
mantav
Posting Komentar