PRSU - Pekan Raya sumatera Utara
6 Kelompok musik anak-anak jalanan dampingan yayasan KKSP (Pusat Pendidikan dan Informasi Hak Anak) mengikuti pagelaran Musik kreatifitas Anak jalanan yang dibuat oleh Dewan Kesenian Medan (DKM). Pagelaran ini diperuntukkan agar anak-anak jalanan memiliki ruang untuk mengekspresikan nilai seninya dan mendapat perhatian dari pemerintah maupun audiens yang memiliki jaringan seni. “Kita gak mau anak-anak hanya menjadi korban oleh orang-orang dewasa, Perda tentang Pembersihan Pedagang Kaki Lima dan Unsur-unsur jalanan kan disiapkan, jika ditangguhkan, anak-anak jalanan mau kemana? Nah, makanya DKM berinisiatif membuat kegiatan ini dengan mengambil moment Pekan Raya Sumatera Utara, mana tau ada yang tertarik, sehingga anak-anak jalanan tidak perlu lagi mengamen, tapi ada tempat dia untuk mengais rezeki..” Ungkap Asmadi salah seorang panitia Pagelaran Musik Anak Jalanan.
Berkisar 24 peserta kelompok musik anak jalanan yang mengikuti pageralan ini. Anak jalanan Simp. Juanda, Terminal Amplas, simp. Titi Kuning, Rumah Musik, Simp. Aksara, jl. Sutama, simp. Garden, Warkop harapan, Terminal Pinang Baris dan KPJ SUMUT (Kelompok Penyanyi Jalanan) Sumatera Utara.
Semua peserta tampil dengan performa biasa yang sering dilihat jalan-jalan ditempat dimana anak-anak jalanan sering bertarung dengan kehidupannya. Gaya pakaian, alat-alat musik, lagu-lagunya semua biasa dan sering dimainkan. Tapi, itu bukan berarti tidak ada yang kreatif. Beberapa kelompok musik ada yang berani memadukan alat musik konvensional seperti biola, keyboard dan harmonica dipadukan dengan gitar akustik dan uku lele. Penampilan variatif dan kreatif ini membuat betah telinga dan mata kita untuk menontonnya.
Anonym Band – komunitas musik yang terdiri dari punkers kota Medan yang sebelumnya juga memiliki band-band sendiri ini ikut menyemarakan pagelaran. Aliansi RUMAHMUSIK ini bernama Anonym berasal dari simp. Titi kuning. Lagu yang mereka bawa adalah “Negara Dunia ke Tiga” karya Marginal band – Jakarta.
The macan – kelompok musik anak jalanan dampingan KKSP yang baru saja terbentuk untuk kepentingan pagelaran ini bersemangat sekali. Personilnya terdiri dari anak-anak jalanan warkop harapan, jl. Pandu dan Simp. Garden. Sebelumnya tergabung di the baMBoes. Lagu yang dibawakan adalah “Di lingkaran Aku Cinta Padamu” Karya iwan Fals.
Jalanan – Komunitas musik yang didampingi oleh Yayasan KKSP dari Terminal Amplas ini juga mengikuti pagelaran musik jalanan dengan kekuatannya yang ada. Lagu yang dibawa adalah “Emak” Karya the baMBoes.
Sintetis band – Komunitas musik yang terdiri anak-anak muda setempat yang bersahabat dengan anak-anak jalanan di Rumah Musik KKSP. Semangat dan kemampuan bermusik ingin dituangkan pada kegiatan tersebut. Lagu yang dibawa adalah “Jangan letih mencintaiku” karya Jikustik.
Bazkyd – komunitas musik yang personilnya tergabung dari anak-anak jalanan yang didampingi Yayasan KKSP berasal terminal amplas, jl. Pandu, Rumah Musik dan Warkop harapan. Lagu yang dibawakan adalah karya steven & Coconut tree.
the baMBoes – komunitas musik sampah ini juga ikut ambil bagian dalam pagelaran. Yayasan KKSP ikut andil dalam proses pembidanan, pelahiran, penguatan dan pengembangan komunitas ini. Dalam pagelaran ini the baMBoes membawakan lagu yang berjudul “HUJAN” karya the baMBoes.
Pentas Hujan.
Setelah baMBoes menyanyikan lagu berjudul Hujan, berselang 5 menit kemudian hujan pun mengguyur panggung. Gak tanggung-tanggung hujan turun, menyebabkan beberapa kelompok musik tidak bermain dengan maksimal. Walaupun kelompok-kelompok musik anak-anak jalanan kota Medan tetap bersemangat mengikuti Pagelaran musik tersebut. 2 jam hujan mengguyur pagelaran yang akhirnya mulai mereda dengan rintik-rintik.
Ticket ke Festival Penyair Internasional
Akhir dari pagelaran, panitia memberikan pengumuman yang luar biasa. Bahwa 3 kelompok musik yang dianggap kreatif dan memiliki syair lagu yang menarik terpilih untuk mengikuti / Mentas Festival Penyair Internasional pada tanggal 25-26-27 Mei’2007 di Taman Budaya Sumatera Utara.
Ke tiga kelompok tersebut adalah the baMBoes, komunitas Juanda dan KPJ SUMUT yang dianggap kelompok musik yang kreatif dan menampilkan performa yang baik ditelinga dan mata para Juri. Dan Juri sendiri berasal dari kalangan seniman Taman Budaya Sumatera Utara.
Ya, kita berharap ini menjadi masukan buat para pejabat-pejabat di pemko Medan, bahwa anak jalanan masih memiliki nilai-nilai positif untuk dapat tumbuh dan berkembang. Masyarakat Medan diharapkan dapat juga merubah pola pikir negative tentang anak-anak jalanan. “Viva la Anak Jalanan”.
Sabtu, 04 Agustus 2007
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar